AKUSTIK HOME THEATER
Studio Musik
Entertainment Room
Home Theater / Karaoke Room
PART 1 (TREATMENT RUANG)
Hometheater merupakan sebuah bioskop mini dengan dimensi ruang yang relatif kecil.
Semakin kecil ruang maka potensi terjadinya modes dan standing waves menjadi
semakin “lebar”. Katakanlah dimensi ruang home theater adalah 3x3x3 meter maka
frekuensi yang memiliki panjang gelombang lebih dari 3m akan berpotensi
membentuk modes atau standing waves, dalam hal ini adalah frekuensi di bawah
100 Hz (panjang gelombang = 3m) sehingga perlu perlakuan khusus untuk menyerap
bunyi di frekuensi ini yang biasanya ditimbulkan oleh subwoofer.
WAKTU DENGUNG (REVERBERATION TIME)
Dalam beberapa sumber
menyebutkan untuk sebuah ruang audio (listening room) dengan dimensi ruang yang
kecil (small room) maka dibutuhkan waktu dengung yang relatif pendek yaitu
sekitar 0,3 detik. Untuk mencapai waktu dengung yang sangat pendek tersebut
maka dibutuhkan bidang-bidang penyerap yang mampu menyerap bunyi baik di
frekuensi tinggi maupun rendah.
MENGATASI BUNYI DI FREKUENSI RENDAH
Sebagian
besar masalah room modes terdapat di frekuensi rendah, maka penggunaan teknik
penyerapan bunyi di frekuensi rendah perlu diterapkan, salah satunya adalah
dengan menggunakan bass trap yang berada di pojok ruang dimana energi bunyi di
frekuensi rendah terkonsentrasi disana. Sebelum membahas bass trap, perlu
diketahui juga bahwa ruang dengan bidang pembatas tembok dan bidang pembatas
berupa partisi drywall (gypsum / multipleks) memiliki serapan yang relatif
berbeda di frekuensi rendah. Bidang pembatas berupa partisi drywall (gypsum /
multipleks) mampu menyerap bunyi frekuensi rendah lebih banyak dibandingkan
bidang pembatas berupa tembok. Tembok cenderung memantulkan bunyi di semua
frekuensi.
Dalam
gambar di atas dapat dilihat beberapa cara dalam membuat bass trap. Bass trap
yang pertama (A) adalah sebuah Helmholtz resonator trap yang dibuat di pojok
ruang dari lantai hingga langit-langit. Bass trap ditutup dengan papan
perforasi dan kayu / multiplek slotted. Di balik papan-papan tersebut dapat
digunakan mineral wool densitas tinggi agar penyerapan dapat maksimal. Bass
trap (B) adalah sebuah penyerap silinder yang terletak di pojok ruang dengan
tinggi sekitar 1,8m. Semakin besar diameter maka semakin rendah pula frekuensi
yang dapat diserap. Struktur utama panel ini bisa dengan pipa besi atau PVC
dengan lapisan terluar adalah mass loaded vinyl sedangkan di bagian dalam
adalah mineral wool densitas tinggi. Bunyi frekuensi rendah akan menembus mass
loaded vinyl sedangkan frekuensi tinggi dipantulkan. Bunyi frekuensi rendah
akan dijebak dan diserap di dalam panel tersebut. Panel berbentuk tabung juga
berfungsi sebagai diffuser untuk bunyi di frekuensi tinggi.
Bass
trap (C) berbentuk melengkung dengan bahan yang fleksibel seperti PVC atau
logam. Bunyi di frekuensi rendah akan diserap oleh celah udara di dalamnya.
Penggunaan mineral wool densitas tinggi juga dapat ditambahkan di dalam panel
untuk penyerapan yang maksimal. Bentuk panel yang melengkung juga berfungsi
sebagai diffuser bunyi di frekuensi tinggi (di atas 500 Hz). Bass trap (D)
adalah sebuah diffuser dengan celah udara di belakangnya. Dimensi biasanya
memiliki tinggi 1,2 m dengan muka 0,6 m. Panel memiliki dua sisi penyerap dan
satu sisi diffuser. Celah udara di belakang panel berfungsi menyerap bunyi
frekuensi rendah sedangkan diffuser berfungsi untuk mengurangi amplitudo yang
berlebihan yang disebabkan oleh room modes.
EARLY REFLECTION DAN LATE REFLECTION
Pada
prinsipnya, dalam sebuah listening room, bunyi yang didengar sebisa mungkin
adalah bunyi asli dari pengeras bunyi (loudspeaker) tanpa adanya pantulan bunyi
yang mengganggu. Dalam sebuah listening room, early reflection (pantulan awal)
biasanya bersifat mengganggu bunyi asli. Early reflection bisa mengurangi
kejelasan bunyi bahkan mengubah warna bunyi dengan terjadinya comb filtering.
Pantulan karena early reflection ini biasanya terjadi di lantai, plafond, dan
sisi samping dinding yang terdekat. Late reflection lain cerita, pantulan akhir
ini bisa mendukung bunyi asli jika menginginkan adanya efek meruang
(spaciousness) sehingga bunyi terasa lebih “hidup”.
Untuk
dapat meminimalkan early reflection dan menadapatkan kesan meruang
(spaciousness), maka dapat diterapkan prinsip Live End Dead End (LEDE) dimana
menempatkan penyerapan bunyi di bagian depan yang dekat dengan sumber bunyi
semaksimal mungkin, sedangkan di bagian belakang adalah area pemantulan yang
didukung dengan diffuser sehingga kesan meruang didapatkan. Dalam gambar di
bawah dapat dilihat area minimum yang harus diserap berdasarkan posisi sumber
bunyi dan pendengar yaitu di belakang loudspeaker, lantai, di atas pendengar,
dan di samping pendengar. Posisi bidang penyerapan yang efektif dapat
ditentukan dengan menggunakan cermin guna mengetahui arah pantulan bunyi dari
loudspeaker ke bidang pembatas terhadap pendengar.



Komentar
Posting Komentar